Pada suatu hari Raja Drupada dari Negeri Panchala
akan mengadakan sebuah perlombaan cerdas cermat, untuk mencari seseorang yang
mampu mengalahkan Dewi Drupadi, putri darib Raja Drupada.Suatu sore Dewi Drupadi dan Srikandi berjalan-jalan di
taman, mereka aasyil mengobrol mengenai perlombaan mengenai perlombaan yangakan
di adakan oleh ayahnya. Tidak terasa matahari mulai terbenam dan mereka masuk
kedalam istana. Pada keesok harinya dimulailah
perlombaan cerdas cermat antara Drupadi dan dua peserta yang mendapatkan nilai
tertinggi diantara ribuan peserta lainya yaitu Bima dan Ganda Parna.Perlombaan berlangsung sengit dan mendebarkan, dan
akhirnya Bima lah menjadi seorang pemenang,
melihat kepandaan dari Bima Drupada merasa senang, bukan hanya Drupada yang
merasa senang melaikan Drupadi juga merasa senang, Dewi Drupadi pun meminta
agar dirinya bisa menjadi murud dari Bramana, mendengar keinginan dari putrinya
Drupada meminta Bima untuk menyuruh gurunya meghadap dan menyerahkan Dewi
Drupadi kepada Brahmana untuk menuntuk ilmu.
Seperginya Durpadi dari Panchala, Srikandi sering
duduk sendiri dan sering diam di taman Panchala sembari meratapi nasib di
tinggal oleh Durpadi kakanya, dan suatu hari Dewi Gandawati menemui Srikandi
yang sedang duduk termenung di taman, menanyakan apa yang sedang di lakukan
srikandi, dan akhirnya setelah bercerita dan saling tukar pikiran akhirnya
Srikandi memutuskan untuk berlatih bamboo cetar dan belajar untuk lebih
mandiri. Dan Arjunalah yang di pilih untuk menjadi pelatihnya, dan arjunapun
menerima permintaan Srikandi . Seiring perjalanan dalam latian bambo cetar
akhirnya timbullah cinta antara Arjuna dan Srikandi, dan pada suatu hari Arjuna
meminta Srikandi untuk menjadi istrinya, namun Srikandi tidak langsung menerima
pinangan Arjuna karna Srikandi hanya menganggap bahwa itu sebuah nafsu bukan
sebuah cinta, dan Srikandi meninggalkan Arjuna secara tiba-tiba karna merasa
ada sebuah pertempuran di panchala yang di provokatori oleh Jangkung madea yang
menginginkan Srikandi menjadi istrinya, namu srikandi menolak dan melawan
Jangkung madea, dan akhi terjadilah pertarungan Srikandi dengan Jangkung madea,
dan Jangkung madea akhirnya kalah, melihat perubahan yang di alami oleh
Srikandi Durpada merasa heran dan menanyakan siapa yang mengajari Srikandi
belajar bambo cetar, dan Srikandi menjelaskan bahwa Arjunalah yang
mengajarinya. Mendengar itu Durpada merasa senang dan berharap Srikandi dan
Arjuna menikah. Mengetahui harapan ayahnya Srikandi pun akhirnya menikah dengan
Arjuna dan mendapat restu dari Dewi Warasembrada yang tidak lain adalah istri
dari Arjuna.
Dan pada suatu hari terjadilah
perang saudara antara pandawa dengan kurawa, Pandawa mengangkat Resi Seta
sebagai pimpinan perang yang terkenal ketangguhannya dan berasal dari Kerajaan
Wirata yang mendukung Pandawa.Pandawa menggunakan siasat perang Brajatikswa
yang berarti senjata tajam.Sementara di pihak Kurawa mengangkat Bisma
(Resi Bisma) sebagai pimpinan perang.Bisma
dengan bersenjatakan Aji Nagakruraya, berhadapan dengan Resi Seta yang
bersenjata gada
Kyai Lukitapati, pengantar kematian bagi yang mendekatinya.Pertarungan keduanya
dikisahkan sangat seimbang dan seru, hingga akhirnya Bisma dapat menewaskan
Resi Seta.Bharatayuddha babak pertama diakhiri dengan sukacita pihak Korawa
karena kemtian pimpinan perang Pandawa.
Dan akhirnya pandawa tidak memiliki
senopati lagi dan pada waktu kresna, Punta Dewa, Arjuna dan Bima sedang
membahas siapa yang akan menjadi senopati tiba-tiba Srikandi masuk dan meminta
kepada Punta Dewa supaya srikandi dijadikan sebagai senopati itu, mendengar kata-kata
Srikani, semua melarang termasuk Bima, dia tidak mau bahwa yang menjadi
senopati seorang perempuan namun berkat penjelasan srikandi semuanya pun luluh
dan mengijinkan Srikandi menjadi Senopati, dan Arjuna meminjamkan bambo cetar
Hrudadal miliknya kepada srikandi untik melawan Bisma. Dan karna panah itulah
Srikandi dapat membunuh Bisma dengan panah Hrudadal, dan sejak saat itulah
Srikandi di juluki sebagai Senopati Srikandi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar