Senin, 20 Oktober 2014

SINOPSIS Srikandi Sang Senopati Sejati


Pada suatu hari Raja Drupada dari Negeri Panchala akan mengadakan sebuah perlombaan cerdas cermat, untuk mencari seseorang yang mampu mengalahkan Dewi Drupadi, putri darib Raja Drupada.Suatu sore Dewi Drupadi dan Srikandi berjalan-jalan di taman, mereka aasyil mengobrol mengenai perlombaan mengenai perlombaan yangakan di adakan oleh ayahnya. Tidak terasa matahari mulai terbenam dan mereka masuk kedalam istana. Pada keesok harinya dimulailah perlombaan cerdas cermat antara Drupadi dan dua peserta yang mendapatkan nilai tertinggi diantara ribuan peserta lainya yaitu Bima dan Ganda Parna.Perlombaan  berlangsung sengit dan mendebarkan, dan akhirnya Bima lah menjadi seorang pemenang, melihat kepandaan dari Bima Drupada merasa senang, bukan hanya Drupada yang merasa senang melaikan Drupadi juga merasa senang, Dewi Drupadi pun meminta agar dirinya bisa menjadi murud dari Bramana, mendengar keinginan dari putrinya Drupada meminta Bima untuk menyuruh gurunya meghadap dan menyerahkan Dewi Drupadi kepada Brahmana untuk menuntuk ilmu.
Seperginya Durpadi dari Panchala, Srikandi sering duduk sendiri dan sering diam di taman Panchala sembari meratapi nasib di tinggal oleh Durpadi kakanya, dan suatu hari Dewi Gandawati menemui Srikandi yang sedang duduk termenung di taman, menanyakan apa yang sedang di lakukan srikandi, dan akhirnya setelah bercerita dan saling tukar pikiran akhirnya Srikandi memutuskan untuk berlatih bamboo cetar dan belajar untuk lebih mandiri. Dan Arjunalah yang di pilih untuk menjadi pelatihnya, dan arjunapun menerima permintaan Srikandi . Seiring perjalanan dalam latian bambo cetar akhirnya timbullah cinta antara Arjuna dan Srikandi, dan pada suatu hari Arjuna meminta Srikandi untuk menjadi istrinya, namun Srikandi tidak langsung menerima pinangan Arjuna karna Srikandi hanya menganggap bahwa itu sebuah nafsu bukan sebuah cinta, dan Srikandi meninggalkan Arjuna secara tiba-tiba karna merasa ada sebuah pertempuran di panchala yang di provokatori oleh Jangkung madea yang menginginkan Srikandi menjadi istrinya, namu srikandi menolak dan melawan Jangkung madea, dan akhi terjadilah pertarungan Srikandi dengan Jangkung madea, dan Jangkung madea akhirnya kalah, melihat perubahan yang di alami oleh Srikandi Durpada merasa heran dan menanyakan siapa yang mengajari Srikandi belajar bambo cetar, dan Srikandi menjelaskan bahwa Arjunalah yang mengajarinya. Mendengar itu Durpada merasa senang dan berharap Srikandi dan Arjuna menikah. Mengetahui harapan ayahnya Srikandi pun akhirnya menikah dengan Arjuna dan mendapat restu dari Dewi Warasembrada yang tidak lain adalah istri dari Arjuna.
            Dan pada suatu hari terjadilah perang saudara antara pandawa dengan kurawa, Pandawa mengangkat Resi Seta sebagai pimpinan perang yang terkenal ketangguhannya dan berasal dari Kerajaan Wirata yang mendukung Pandawa.Pandawa menggunakan siasat perang Brajatikswa yang berarti senjata tajam.Sementara di pihak Kurawa mengangkat Bisma (Resi Bisma) sebagai pimpinan perang.Bisma dengan bersenjatakan Aji Nagakruraya, berhadapan dengan Resi Seta yang bersenjata gada Kyai Lukitapati, pengantar kematian bagi yang mendekatinya.Pertarungan keduanya dikisahkan sangat seimbang dan seru, hingga akhirnya Bisma dapat menewaskan Resi Seta.Bharatayuddha babak pertama diakhiri dengan sukacita pihak Korawa karena kemtian pimpinan perang Pandawa.
            Dan akhirnya pandawa tidak memiliki senopati lagi dan pada waktu kresna, Punta Dewa, Arjuna dan Bima sedang membahas siapa yang akan menjadi senopati tiba-tiba Srikandi masuk dan meminta kepada Punta Dewa supaya srikandi dijadikan sebagai senopati itu, mendengar kata-kata Srikani, semua melarang termasuk Bima, dia tidak mau bahwa yang menjadi senopati seorang perempuan namun berkat penjelasan srikandi semuanya pun luluh dan mengijinkan Srikandi menjadi Senopati, dan Arjuna meminjamkan bambo cetar Hrudadal miliknya kepada srikandi untik melawan Bisma. Dan karna panah itulah Srikandi dapat membunuh Bisma dengan panah Hrudadal, dan sejak saat itulah Srikandi di juluki sebagai Senopati Srikandi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar